belajar jadi yang terbaik untuk orang yang saya sayangi

selamat bergabung

Jumat, 02 Desember 2011

Contoh Refleksi Diri


REFLEKSI DIRI RPP PERTEMUAN PERTAMA

A.    MERENCANAKAN PEMBELAJARAN
1.      Merumuskan Indikator
Indikator adalah merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran dan juga dijadikan tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok bahasan atau mata pelajaran penjas.
2.      Pengorganisasian materi, media, sumber
Mengorganisasikan adalah membentuk satu kelompok yang besar untuk satu tujuan. Pada proses pengorganisasian materi, media dan sumber belajar harus sesuai dan selaras dengan tujuan pembelajaran, ini demi tercapainya tujuan pembelajaran yang baik dan sempurna. Hal ini dapat kita lakukan dengan cara menyiapkan materi dengan   media yang akan digunakan harus sesuai dengan  materi dan mudah diterima oleh siswa dan sumber pembelajaran yang kita gunakan harus jelas, seperti referensi yang diambil, alat dan bahan yang digunakan.
3.      Perencanaan scenario/langkah pembelajaran
Seorang guru yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar akan berhasil melakukan tujuan pembelajarannya dengan sempurna apabila langkah – langkah pembelajaran dilakukan dengan baik. Langkah – langkah pembelajaran yang dimaksud adalah langkah – langkah pada saat guru tersebut mengajar dikelas atau di lapangan, langkah – langkah pembelajaran yang biasanya dilakukan seorang pengajar adalah: membuka pelajaran dengan melakukan observasi pada siswa, menguasai materi yang akan diajarkan, dan menutup pelajaran dengan menyimpulkan materi pelajaran yang telah diajarkan bersama siswa, memberikan post-test dan mengevaluasi siswa.
4.      Melengkapi uraian materi dari berbagai sumber rujukan
Uraian materi adalah uraian dari bahan ajar yang akan diajarkan oleh guru pada siswa. Dalam pembeuatan uraian pembelajaran harus berdasarkan dengan sumber ajar yang jelas, pada saat membuat uraian materi juga harus ada rujukan dan menggabungkanya dengan sempurna antara satu rujukan dan rujukan yang lain.

5.      Merencanakan alat evaluasi
Evaluasi adalah pemberian tes terakhir pada siswa sebelum memberikan nilai. Evaluasi dilakukan setelah pembelajaran berlangsung yaitu pada saat menutup pembelajaran. Upaya yang saya lakukan untuk evaluasi dengan cara merencanakan atau memilih alat evaluasi dengan memberi pre-test atau post-test, yany membentuk praktik dilapangan.

B.     PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1.      Mengelola tugas rutin, fasilitas belajar, dan waktu
Pada saat saya melaksanakan pembelajaran di lapangan banyak yang biasa saya lihat pada siswa. Pengalaman saya pertama mengajar dengan menangani siswa – siswa yang rebut, Tapi dengan  fasilitas belajar pada sekolah saya praktikan memadai, jadi tidak ada hambatan pada saya melaksanakan pembelajaran dan waktu yang saya gunakan seperti yang telah ditentukan oleh sekolah, pada saat bel berbunyi maka pertemuan saya hari pertama telah berakhir, saya pun menutup pelajaran dengan menyimpulkan pelajaran bersama siswa tentang materi yang telah saya ajarkan, dan saya juga menyuruh siswa untuk belajar tentang materi yang akan datang.
2.      Menerapkan strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah model dan metode pembelajaran yang akan digunakan pada saat pembelajaran. Pengalaman saya dalam menerapkan strategi pembelajaran Alhamdulillah berjalan dengan baik, karena model dan metode yang saya gunakan sesuai dengan kelas yang saya mengajar, saya memilih model dan metode pembelajaran yang mengasyikkan sehingga siswa dapat belajar sambil bermain.
3.      Berkomunikasi dengan siswa
Pengalaman saya dalam berkomunikasi dengan siswa Alhamdulillah berjalan dengan lancer dan bahasa yang saya gunakan adalah bahasa indonesai dan bahasa aceh, dan saya berkomunikasi dengan baik dan sopan  proses belajarnya berjalan dengan baik.
4.      Mendemontrasikan variasi metode mengajar
Pengalaman saya ketika menarapkan variasi metode mengajar berlangsung nyaman, karena suasana lapangan  yang tenang dan nyaman, ini dikarenakan saya tidak menggunakan satu metode saja tetapi saya memilih metode dengan berdasarkan atas metode apa yang akan saya ajarkan untuk membuat siswa – siswa didik saya aktif dapa pelajaran yang saya terapkan.
5.      Mendorong dan menggalakkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran
Pengalaman saya di lapangan pada mengajak siswa dalam proses belajar mengajar menyenangkan, karena siswa – siswa disekolah saya aktif, dan siswa disekolah saya juga kreatif maka pada saat proses belajar mengajar berlangsung dengan baik.
6.      Melaksanakan evaluasi proses dan hasil belajar
Pada saat saya melakukan evaluasi proses dan hasil belajar siswa, saya tidak menemukan adanya masalah karena pada saat saya melaksanakan evaluasi dengan mencoba praktek di lapangan pada siswa, siswa-siswa melakukannya dengan tertib dan menanyakan hal – hal yang mereka tidak mengerti. Kemudian pada saat saya memberikan hasil belajar/ nilai yang mereka peroleh, siswa tidak ada yang mengeluh, karena saya menjelaskan apa saja yang salah waktu mereka lakukan, sehingga siswa dapat mengerti dimana kekurangan mereka, jadi, dengan sebab itu saya tidak mendapat kendala pada saat mengevaluasi dan memberi hasil belajar siswa.
7.      Menutup pelajaran
Hal – hal yang perlu dilakukan seorang guru pada saat menutup pelajaran adalah menarik kesimpulan, memberikan post-test dan mengevaluasi siswa. Dan yang saya rasakan pada saat saya menutup pelajaran di lapangan berjalan dengan baik, ini karena saya meminta pada siswa untuk menyimpulkan bersama – sama, begitu juga pada saat saya memberikan post-test dan dalam mengevaluasi siswa juga berjalan seperti yang saya harapkan, sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik.
REFLEKSI DIRI RPP PERTEMUAN TERAKHIR

A.    MERENCANAKAN PEMBELAJARAN
1.      Merumuskan Indikator
Indicator yang saya rumuskan berdasarkan kompetnsi dasar dan berpedoman pada buku paket yang digunakan siswa. Dan saya juga diskusi dengan guru pamong dan coordinator pamong disekolah saya PPL.
2.      Pengorganisasian Materi, Media dan Sumber
Materi yang saya ajarkan berdasarkan kurikulum yang telah ditetapkan dan juga bersumber dari buku paket yang digunakan oleh guru. Media yang saya gunakan adalah alat peraga pembelajaran yang diberikan oleh sekolah saya PPL.
3.      Melengkapi Uraian Materi dari Berbagai Sumber Rujukan
Untuk melengkapi uraian materi saya mengambil materi dari buku paket yang siswa gunakan, dan saya juga mengambil dari beberapa buku lainnya.
4.      Merencanakan Alat Evaluasi
Setelah proses belajar mengajar selesai, saya menyuruh siswa menyimpulkan pelajaran yang baru selesai saya berikan secara individu untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang baru saja telah mereka belajar.

B.     PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1.      Mengelola Tugas Rutin, Fasilitas Belajar dan Waktu
Pada setiap pertemuan saya memberikan pekerjaaan rumah, apabila ada siswa yang tidak mengerti saya akan menjelaskannya lagi, Saya juga memperhatikan buku catatan yang mereka punya pada saat belajar di ruangan.

2.      Berkomunikasi dengan Siswa
Dalam berkomunikasi dengan siswa, saya menggunakan bahasa Indonesia yang umum digunakan, namun ada juga sesekali saya gunakan bahasa aceh agar lebih mudah dipahami oleh siswa dan supaya lebih dekat dengan siswa juga.
3.      Mendemontrasikan Variasi Metode Mengajar
Dalam menyampaikan materi pelajaran saya tidak menggunakan satu metode, akan tetapi saya menggunakan beberpa metode supaya lebih bervariasi. Adapun metode yang saya gunakan adalah, Tanya jawab, eksperimen.
4.      Mendemontrasikan Penguasaan Mata Pelajaran dan Relevansinya dengan Topik dan Ketetapan Bahan Pembelajaran
Sebelum saya melaksanakan pembelajaran, saya belajar untuk lebih mengetahui materi pelajaran yang akan saya ajarkan dengan sebaik-baiknya supaya pada saat menyampaikan materi pada siswa tidak ada kesalahan konsep.
5.      Mendorong Menggalakkan Ketertiban Siswa Dalam Proses Pembelajaran
Untuk mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, saya memotivasi siswa untuk lebih bersikap disiplin menjaga kerapian dan kebersihan.
6.      Melaksanakan Evaluasi Proses dan Hasil Belajar
Setelah semua pembahasan materi selesai, maka saya akan evaluasi dengan memberikan pertanyaan secara individu untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa pada materi yan telah saya ajarkan.
7.      Menutup Pelajaran
Setelah proses belajar mengajar selesai maka saya mereview kembali.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Universitas Syiah Kuala merupakan perguruan tinggi yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam. Unsyiah memiliki delapan fakuktas yang tunduk dibawah civika akademika masing-masing fakultas. Salah satunya adalah fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
FKIP merupakan lembaga yang mendidik calon-calon guru dimasa depan sehingga mahasiswa calon guru dipersiapkan sebagai tenaga pendidik yang bertanggung jawab terhadap tingkah laku dan orientasi berpikir anak didik ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, untuk menghasilkan tenaga-tenaga pengajar yang terbaik diperlukan latihan yang intensif berupa pendalaman materi dan praktik yang berkesinambungan. Dengan adanya Program Pengalaman Lapangan (PPL) diharapkan tercipta tenaga pengajar yang handal dalam berbagai disiplin ilmu yang dikuasai dan siap terjun dalam dunia pendidikan.
Untuk menghasilkan produk tenaga pengajar profesional yang handal diperlukan latihan yang intensif berupa pengetahuan teoritis dan praktik secara berkelanjutan. Pengetahuan teoritis tersebut adalah mata kuliah kependidikan, mata kuliah umum, dan mata kuliah bidang studi sehingga pada pelaksanaannya diperlukan sekolah latihan untuk mengaplikasikan disiplin ilmu tersebut. Dalam mata kuliah PPL mahasiswa dapat merasakan kehidupan dan dedikasi guru yang sebenarnya. Hal ini merupakan bekal pengalaman yang bermanfaat ketika mahasiswa sudah terjun dalam profesi keguruaan.
Kegiatan program pengalaman lapangan mencakup berbagai pelatihan, antara
lain:
Keterampilan mengajar secara terbimbing dan mandiri.
Keterampilan dan tugas-tugas keguruan lainnya secara mandiri.

Pengelolaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) dalam rangkaian kegiatan terpadu ini terdiri dari beberapa aspek yang direncanakan, seperti mengorganisasikan, melaksanakan, memantau, mengendalikan daya dan dana agar program pengenalan lapangan dapat tercapai.

1.2 Tujuan

Tujuan mahasiswa melaksanakan PPL sebagai berikut.
I. Tujuan Umum
a.       Mahasiswa diberi kesempatan untuk menerapkan disiplin ilmu yang dikuasai serta memperoleh pengalaman nyata terhadap kegiatan belajar mengajar
b.      Meningkatkan potensi profesional guru dalam hal pengelolaan kegiatan belajar mengajar.
c.       Memberikan pengalaman langsung dan nyata sebagai usaha meningkatkan keterampilan pengelolaan kegiatan belajar mengajar
d.      Mahasiswa FKIP Unsyiah diharapkan untuk selalu mawas diri atas kegiatan profesional sebagai tolak ukur peningkatan kompetensi guru.
e.       Memberikan pengalaman nyata sebagai usaha menetapkan sikap profesional keguruan.
2. Tujuan Khusus
a.       Mahasiswa praktikan diharapankan memiliki pengetahuan teoritis dan praktis tentang kegiatan belajar mengajar
b.      Mahasiswa praktikan memiliki ketrampilan untuk mengaplikasikan
pengetahuan teoritis kedalam praktik lapangan.
c.       Mahasiswa praktikan diharapakan memiliki keterampilan terhadap tugas-tugas, seperti melayani siswa, meningkatkan keahlian dan memberikan pelayanan kepada siswa.



BAB II
KEGIATAN-KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN DALAM PPL
           
            Agar pelaksanaan PPL terlaksana dengan baik, usaha pelaksanaan itu harus berencana dan tersusun dengan baik pula, agar dapat tercapai target yang diinginkan. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan meliputi 4 hal:
A.    Observasi lapangan.
B.     Pelatihan keterampilan mengajar dan tugas-tugas keguruan lainnya secara terbimbing.
C.     Pelatihan keterampilan mengajar dan tugas-tugas keguruan lainnya secara mandiri.
D.    Ujian praktek dan penyusunan laporan akhir.

2.1 Observasi Lapangan
            Pelaksanaan kegiatan observasi lapangan merupakan bagian dari kegiatan PPL yang dilakukan pada minggu pertama mahasiswa berada pada sekolah latihan. Kegiatan ini dilakukan agar mahasiswa calon guru dapat berbaur dengan lingkungan sekolah tempat pelaksanaan PPL, dengan demikian diharapkan kepada mahasiswa PPL dapat mengikuti sebagai mana yang diharapkan.
Materi observasi lapangan meliputi:
1.      Keadaan fisik sekolah, lingkungan dan hubungan fungsional sekolah dengan masyarakat.
2.      Tata tertib guru dan siswa
3.      Karakteristik siswa, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi
4.      Kurikulum yang berlaku disekolah.
5.      Media, sumber belajar dan laboratorium.
6.      Administrasi sekolah baik akademik maupun non akademik.
7.      Pola hubungan fungsi dan struktur organisasi antara kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, dan siswa.
8.      Strategi belajar mengajar dalam bidang studi serta evaluasinya.
9.      Organisasi intra dan ekstra sekolah dengan berbagai kegiatannya.
10.  komite sekolah dan organisasi sekolah lanilla.
Adapun hasil pengamatan yang dilakukan mengenai SMA Negeri 12 Banda Aceh secara ringkas adalah sebagai berikut:
2.1.1  Keadaan fisik sekolah.
Saat ini berada Fasilitas yang ada di sekolah SMA Negeri 12 Banda Aceh tersebut antara lain :
1.      Luas tanah                                                       : 9.998 m2
2.      Jumlah ruang kelas                                          : 19 ruang/kelas
3.      Ukuran ruang kelas                                         : 7 x 7 m2
4.      Bangunan lain yang ada
a)      Ruang kepala sekolah                               : 4 x 3 m2
b)      Ruang dewan guru                                    : 8 x 10 m2
c)      Ruang Bimbingan Penyuluhan                 : 9 x 7 m2
d)     Ruang tata usaha                                       : 7 x 7 m2
e)      Ruang perpustakaan                                  : 7 x 10 m2                              
f)       Aula tempat shalat                                                : 7 x 10 m2
g)      Ruang guru PPL                                       : 8 x 10 m2
h)      Ruang tunggu                                           : 7 x 7 m2
i)        Ruang waka sek                                        : 4 x 3 m2
j)        Ruang kurikulum                                      : 7 x 7 m2
k)      Ruang pengajaran                                     : 9 X 7 m2
l)        Ruang UKS                                               : 10 x 9 m2
m)    Ruang OSIS                                              : 7 x 7 m2
n)      Kantin                                                       : 10 x 10 m2
o)      Toilet                                                         :  4  x 4 m2
5.      lapangan olah raga (jenis dan ukuran)
a.       lapangan Bola Volley                                : 25 x 25 m2
b.      lapangan basket                                         : 25 x 25 m2

Keadaan Lingkungan Sekeliling Sekolah
6.      Jenis bangunan yang mengelilingi sekolah adalah :
·         Sebelah depan             : jalan T. Nyak Makam
·         Sebelah kanan             : Kantor BKPP NAD
·         Sebelah kiri                 : Bekas Sekolah SMK N 2 Banda Aceh
·         Sebelah Belakang        : Kantor PDAM dan SMKK
    2. Kondisi lingkungan sekolah
        Kondisi lingkungan sekolah Sangat baik, nyaman, aman, dan tenang (tercakup dalam 6 K)
Fasilitas sekolah
7.      perpustakaan                           : 1 buah / permanen / baik
8.      Ruang belajar                         : 19 buah / permanen / baik
9.      Ruang tata usaha                     : 1 buah / pemanen / baik
10.  Ruang BP                                : 1 buah / permanen / baik
11.  Ruang kurikulum                    : 1 buah / permanen / baik
12.  Ruang serbagguna                   : 1 buah / permanen / baik
13.  Ruang kepala sekolah             : 1 buah / permanen / baik
14.  Ruang WaKa Sek                   : 1 buah / permanen / baik
15.  Ruang dewan guru                  : 1 buah / permanen / baik
16.  Ruang guru PPL                     : 1 buah / permanen / baik
17.  Ruang tunggu                                     : 1 buah / permanen / baik
18.  Ruang Pengajaran                   : 1 buah / permanen / baik
19.  Koperasi atau kantin               : 2 buah / permanen / baik
20.  Toilet                                       : 4 buah / permanen / baik
21.  Múshala                                   : 1 buah / permanen / baik
22.  Ruang Osis                              : 1 buah / permanen / baik
23.  Ruang percetakan                   : 1 buah / permanen / baik
24.  parkiran                                   : 1 buah / baik

Penggunaan Sekolah
Jumlah sekolah yang menggunakan sekolah ini : satu sekolah yaitu SMA Negeri 12 Banda Aceh
                       
Guru dan Siswa
1.      Jumlah guru : 62 Orang (45 guru tetap PNS, 5  guru Bantu dan 12 guru honorer)
2.      Jumlah siswa seluruhnya   : 563 Orang (kelas X 229 orang, kelas XI 186 orang, kelas XII 148 orang)

Interaksi Sosial
Hubungan antara guru dengan guru Sangat baik yang terlihat adanya rasa saling menghargai dalam lingkungan sekolah, guru dengan siswa terlihat Sangat akrab yang terlihat saat pembelajaran berlangsung, hubungan siswa dengan siswa kelihatan baik walaupun sebagian kecil dari siswa ada yang kurang berinteraksi dengan baik. Hubungan guru dengan pegawai tata usaha baik. Jadi hubungan secara keseluruhan di SMA Negeri 12 Banda Aceh dari hasil observasi sangat baik, aktif, dan harmonis.

Tata Tertib
1.      Untuk Siswa         : Ada, cukup disiplin
2.      Untuk guru            : Ada, cukup disiplin
3.      Untuk pegawai      : Ada, cukup disiplin
Kesan Umum
Secara umum kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tertib dan teratur sesuai jadwal dan peraturan yang berlaku di sekolah. Walaupun terdapat sedikit kendala.

2.2 Observasi kegiatan Belajar Mengajar
2.2.1 Cara guru membuka pelajaran
1.    Ketika guru masuk kedalam kelas yang dikerjakan oleh guru adalah membimbing siswa berdoa, mengamankan kelas, kemudian mengabsensi siswa.
2.        Guru membuka pelajaran dengan mengingatkan kembali pelajaran minggu lalu.
3.        Kemudian guru memberikan motivasi yang sesuai dengan pelajaran yang diberikan.
2.2.2 Cara guru menyajikan materi pokok pelajaran
1. Dalam menyajikan materi pokok pelajaran, guru terlebih dahulu memberikan gambaran tentang materi yang akan dipelajari, dan guru menghubungkan realita yang ada di sekitar, baru kemudian menjelaskan materi intinya, ini di lakukan untuk memotivasi siswa.
2.2.3 Selama pelajaran berlangsung
1.     Ada siswa yang mengajukan pertanyaan.
2.     Jika ada siswa yang mendapat kesulitan dengan materi pelajaran, guru bersedia menjelaskan dan mempraktekkan kembali walaupun ada siswa yang sudah mengerti.
3.     Jika ada siswa yanag mengganggu di kelas, guru memberi isyarat dengan cara melihat ke arah siswa yang membuat  keributan, lalu guru tersebut menegur dengan memanggil namanya, kemudian memberi nasehat.

2.3 Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas-tugas Keguruan Lainnya Secara Terbimbing.
                 Kegiatan mengajar merupakan salah satu kegiatan pokok dalam pelaksanaan PPL. Dalam kegiatan ini, penulis melakukan tatap muka di dalam kelas dan mempraktekkannya langsung metode tehnik mengajar yang diperoleh selama kuliah.
                 Adapun kegiatan mengajar yang penulis laksanakan selama PPL di SMA Negeri 12 Banda Aceh adalah:
1.      Membuat program tahunan
2.      Membuat program semester
3.      Membuat analisis materi pelajaran (silabus)
4.      Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
5.      Membuat alokasi waktu(rincian minggu efektif)
6.      Memberi ujian formatif (harian)
7.      Berkonsultasi dengan guru pamong jika ada kesulitan
8.      Memeriksa setiap tugas yang telah diberikan kepada siswa.
9.      Mengajar di kelas X-5,XI-IA1,XI-IA2 XI-IA3, XI-IA4 dan XI-IS2 dengan jadwal seminggu 4 JP masing-masing kelas, sebagai berikut:

HARI
JAM PELAJARAN / KELAS
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
Senin
-
-
-
-
-
-
-
-
Selasa
X5-
X5
XI,IS2
XI,IS2
-
-
-
-
Rabu
XI,IA2-
XI,IA2
XI,IA3
XI,IA3
-
-
-
-
Kamis
XI,IA4-
XI,IA4
-
-
-
-
-
-
Jum’at
-
XI,IA1
XI,IA1
-
-
-
-
-
Sabtu
-
-
-
-
-
-
-
-

2.4 Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas-Tugas Keguruan Lainnya Secara Mandiri.
                 Selain kegiatan mengajar penulis juga melaksanakan kegiatan lainnya yaitu seperti kegiatan secara mandiri. Kegiatan mandiri adalah kegiatan di luar jam mengajar, yang dituntut untuk berpartisipasi secara aktif terhadap program program yang dilaksanakan di sekolah latihan.
                 Adapun kegiatan mandiri yang penulis laksanakan selama PPL di SMA Negeri 12 Banda Aceh yaitu antara lain:
  1. Melaksanakan observasi fisik sekolah
  2. Observasi sarana dan prasarana sekolah
  3. Mengobservasi kegiatan belajar mengajar
  4. Melaksanakan piket harian
  5. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
  6. Mengantikan guru yang berhalangan dalam mengajar.

Kegiatan mengajar secara mandiri meliputi kegiatan teaching dan non teaching.
1.      Kegiatan teaching
Kegiatan teaching merupakan salah satu kegiatan mahasiswa pratikan yang harus dilaksanakan selama melaksanakan PPL, dimana mahasiswa pratikan melakukan kegiatan keterampilan belajar secara terbimbing (tatap muka) dengan siswa sesuai dengan jam pelajaran yang diberikan oleh guru pamong. Sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, guru pratikan harus mempersiapkan bahan dan materi pelajaran terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk kelancaran proses relajar mengajar di kelas. Diantaranya yang paling penting adalah satuan pelajaran dan progam rencana pengajaran, serta media yang digunakan dalam penyampaian materi. 
2.      Non teaching
Selain kegiatan teaching dalam pelaksanaan PPL juga terdapat kegiatan non teaching yang berlangsung diluar jam pelajaran di kelas. Adapun kegiatan-kegiatan non teaching yang dilaksanakan oleh mahasiswa pratikan adalah sebagai berikut :
1.      Melaksanakan observasi fisik sekolah.
2.      Melaksanakan observasi sarana dan prasarana sekolah.
3.      Melaksanakan kegiatan piket.
4.      Mengikuti upacara bendera setiap senin dan hari-hari besar lainnya
5.      Membuat latihan Club Bola Kaki untuk Persiapan LPI(Liga Primer Indonesia) dan menjadi guru pendamping dalam pertandingan tersebut di Stadion Lhoung raya.
6.      Mendampingi Siswa/i dalam acara Pelatihan Kepemimpinan Pramuka di Gedung SMA 8 Banda Aceh.

2.5 Ujian Praktek Mengajar dan Penyusunan Laporan Akhir.
            Ujian prakek mengajar dilaksanakan selama 1 minggu yaitu pada minggu terakhir masa PPL di sekolah latihan. Dengan pelaksanaan ujian ini diharapkan mahasiswa PPL dapat mengetahui segala kekurangan pada dirinya baik tanggapannya terhadap lingkungan maupun terhadap proses belajar mengajar. Dengan mengetahui segala kekurangan, maka dapatlah diambil suatu langkah untuk memperbaikinya.
1.      Penilaian cara mengajar mahasiswa PPL oleh guru pamong yang meliputi:
Ø  Membuka pelajaran
Ø  Menyajikan pelajaran
Ø  Mengevaluasi
Ø  Menutup pelajaran
2.      Penilaian kesesuaian Satuan Acuan Pembelajaran (SAP), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan materi yang diajarkan.
3.      Penilaian sikap dan cara penguasaan anak dalam belajar.
4.      Penilaian kesiapan mengajar, dan
5.      Penilaian penyusunan laporan akhir.
























BAB III
REFLEKSI TENTANG PENGALAMAN DALAM MELAKSANAKAN PPL

3.1 Refleksi Tentang Pelaksanaan Observasi Lapangan
Pelaksanaan observasi lapangan dimaksudkan agar mahasiswa praktikan dapat mengetahui kondisi dan situasi lingkungan sekolah, tempat mahasiswa melaksanakan PPL. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, SMA Negeri 12 Banda Aceh memiliki kondisi dan situasi yang baik sebagai tempat pelaksanaan pendidikan. Sekolah ini juga memiliki perpustakaan, dan peralatan lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.
            Interaksi lingkungan SMA Negeri 12 Banda Aceh memiliki tenaga mengajar yang mencukupi. Hal ini dapat menunjang keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) disebabkan semua tenaga pendidik dapat mengajar pada bidang studinya masing-masing dengan jadwal mengajar yang sesuai sebagaimana yang ditetapkan.
            Interaksi sosial yang harmonis dimana semua personil di sekolah saling menjalin hubungan yang sangat baik sehingga keadaan sekolah terorganisir dan tercipta suasana rukun dan damai yang dapat menunjang PBM.
Observasi personil sekolah dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengetahui jumlah staf yang ada di sekolah serta dewan guru. sehingga mahasiswa praktikan dapat berkonsultasi apabila ada kesulitan-kesuliatan selama melaksanakan PPL di SMA Negeri 12 Banda Aceh.
            Organisasi intra sekolah dapat diketahui dengan aktifnya Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang sangat berperan dalam kegiatan di sekolah. Dari keaktifan organisasi di sekolah ini maka mahasiswa praktikan dapat juga mengetahui bagaimana cara guru mengatur organisasi, sehingga dapat berjalan dan berhasil dengan baik, tanpa mengganggu pelaksanaan PBM.

3.2 Refleksi Tentang Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas-tugas Keguruan Lainnya Secara Terbimbing.
            Dalam pelatihan terbimbing, perhatian lebih difokuskan terhadap persiapan mengajar, penerapan dan keterampilan dasar mengajar secara integrasi dalam latar alamiah dan bervariasi, pengolahan proses belajar mengajar dan dampaknya terhadap siswa.
            Berdasarkan alasan diatas, penulis sebagai calon guru dituntut untuk dapat menerapkan kemampuan mengajar secara utuh dan terintegrasi melalui pembelajaran bidang studi spesialisasi pada siswa di kelas. Dengan bimbingan yang intensif dari guru pamong dan dosen pembimbing.
Dalam kegiatan belajar mengajar penulis juga dibimbing oleh guru pamong. Penentuan kelas tempat pelatihan calon guru tentunya berdasarkan kelas yang dibimbing oleh guru pamong lengkap dengan jadwalnya.
            Jika terjadi kesalahan yang dilakukan penulis atau calon guru maka guru pamong akan memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis setelah PBM di kelas. Adapun arahan itu berupa penggunaan strategi pembelajaran. Kemampuan untuk terampil dalam menggunakan bahasa dan perilaku yang tepat dan lain-lain. Dengan mendengarkan arahan dan bimbingan dari guru pamong disini terjadi diskusi singkat sehingga ada kerja sama antara penulis (calon guru dan guru pamong).

Pelaksanaan kegiatan pelatihan mengajar terbimbing meliputi:
1.      Penyusunan program tahunan, semester dan harian serta analisis materi pembelajaran.
Penyusunan program ini penulis langsung dibimbing oleh guru pamong dengan penguasaan kepada calon guru untuk menyusun program terlebih dahulu. Adapun program tersebut adalah program tahunan, semester, dan harian kelas XI setelah penyusunan ini selesai penulis berkonsultasi dengan guru pamong guna perbaikan-perbaikan.
2.      Pengembangan materi, media belajar dan sumber belajar.
Dalam hal ini calon guru dibimbing langsung oleh guru pamong melalui penyediaan materi, media dan sumber pembelajaran yang berkaitan dengan mata pelajaran yang dibimbing. Sama halnya dengan pelaksanaan sebelumnya semua calon guru berupaya melakukan kegiatan yang diberikan guru pamong tetapi tidak terlepas dari bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing. Ketetapan materi dan media sumber pelajaran diketahui penulis setelah berkonsultasi dengan guru pamong.
3.      Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Penyusunan Rencana Pelaksanaan dibimbing oleh guru pamong dan dosen pembimbing dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP). Dalam KBM ini penulis juga dibimbing oleh guru pembimbing. Penentuan kelas tempat pelatihan calon guru tentunya berdasarkan kelas yang dibimbing oleh guru pembimbing lengkap dengan jadwalnya. Kelas yang menjadi pelatihan keterampilan mengajar bagi Guru Praktikan adalah :

HARI
JAM PELAJARAN / KELAS
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
Senin
-
-
-
-
-
-
-
-
Selasa
-
IX-IA2
IX-IA2

IX-IS3
IX-IS3
-
-
Rabu
-
-
-
-
-
-
-
-
Kamis
-
-
IX-IA4
XI-IA4
-
-
-
-
Jum’at
-
-
-
-
-
-
-
-
Sabtu
-
-




-
-

4.      Pelaksanaan penilaian hasil.
Penulis (calon guru) diberi tugas oleh guru pamong untuk menilai hasil evaluasi dan tugas siswa, yang kemudian diseleksi kembali oleh guru pamong dan diberi bimbingan dengan sistem penilaian yang tepat. Pembentukan guru yang professional tidaklah hanya mengadakan atau melaksanakan tugas guru mengajar saja dan mengabaikan tugas-tugas keguruan lainnya, seperti piket. Untuk itu tugas-tugas keguruan lainnya juga perlu dibimbing oleh guru pamong mekipun calon guru sebagian besar sudah mengetahui bagaimana melaksanakan tugas-tugas keguruan tersebut. Namun sebagai calon guru masih banyak kekurangan-kekurangan karena kurangnya pengalaman.



3.3 Refleksi Tentang Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan Mengajar dan Tugas-Tugas Keguruan Lainnya Secara Mandiri.
Dalam mengajar calon guru dibimbing dan diawasi, tindakan ini dilakukan minimal 2 kali pertemuan. Setiap selesai mengajar guru pamong memberikan masukkan untuk perbaikan. Setelah melaksanakan kegiatan belajar terbimbing maka akan diberikan kesempatan untuk mengajar mandiri yaitu mengajar tanpa menghadirkan guru pamong. Namun guru pamong masih memantau calon guru di luar kelas. Setelah terampil dalam beberapa dan berapa kali bimbingan barulah calon guru ditetapkan untuk ujian guru praktek.
Pelaksanaan keterampilan mengajar dan tugas-tugas lainnya secara mandiri yang pernah dilaksanakan pada saat berada disekolah latihan adalah sebagai berikut:
  1. Melaksanakan tugas piket
  2. Membantu tugas guru pamong
  3. Membantu guru senior yang berhalangan hadir
  4. Membantu dalam kesulitan-kesulitan siswa
  5. Membantu tugas-tugas dari pengajaran.

Kegiatan piket harian sekolah
NO
Hari
Jam
Tempat piket
1
Senin
1 – 8
Depan tamu
2
Selasa
6 8
Konsul pamong
3
Rabu
5– 8
UKS
4
Kamis
3 – 4
Perpustakaan
5
Jumat
5 – 6
BIMPEN
6
Sabtu
1 – 2 
Pengajaran







A.    Refleksi Tentang Pelaksanaan Ujian Praktek Mengajar dan Penyusunan Laporan Akhir.
            Pelaksanaan ujian praktek dilakukan pada minggu terakhir pelaksanaan PPL di sekolah latihan. Sebelum penilaian dilakukan maka mahasiswa praktikan harus membuat persiapan-persiapan mengajar sebaik mungkin yang siap digunakan pada saat ujian dilaksanakan. Kegiatan ini marupakan kegiatan formal yang harus dilakukan untuk menilai mahasiswa dalam pelaksanakan PPL.
            Selain ujian praktek mengajar, penilaian mahasiswa PPL juga dilaksanakan dengan menilai susunan laporan akhir setiap mahasiswa. Laporan ini merupakan prasyarat yang telah dibebankan  kepada setiap mahasiswa pada akhir pelaksanaan PPL.
            Dalam penyusunan laporan ini penulis menyusun laporan pengamatan (observasi) dan pengalaman mengajar selama penulis melaksanakan kegiatan praktikan di SMA Negeri 12 Banda Aceh






















BAB IV
PENUTUP
6.1                                                          Kesimpulan
  1. Program pengalaman lapangan (PPL) adalah salah satu kegiatan intra kurikuler yang diwajibkan bagi setiap mahasiswa TKM dalam bentuk latihan dan praktek kependidikan sehingga mahasiswa dapat memiliki seperangkat kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional guru.
  2. Dalam melaksanakan program belajar mengajar masih ditemui hambatan-hambatan, dengan demikian seorang calon guru dapat lebih terlatih dalam menghadapi hambatan tersebut dikemudian hari.
  3. Keberhasilan guru dalam mengajar sangat tergantung dalam penguasaan materi dan keterampilan dalam menjelaskan materi tersebut.
  4. Dalam melakukan PPL penulis telah memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang cara mengajar seorang guru yang diharapkan oleh lembaga pendidikan.
6.2                                                          Saran
  1. Tanggung jawab pendidik terhadap anak didik jangan diserahkan kepada guru dan anak didik semata, akan tetapi hal ini merupakan tanggung jawab bersama antara lembaga pendidikan, keluarga, dan pemerintah.
  2. Demi kelancaran pelaksanaan PPL dimasa     yang akan datang, mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah PPL hendaknya mempersiapkan diri sebelum terjun kesekolah latihan, terutama penguasaan materi dan kesiapan mental dalam beradaptasi dengan lingkungan.
  3. Mengingat waktu PPL yang begitu singkat, maka hendaknya mahasiswa calon guru dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Sebab merupakan pengalaman yang sangat berguna dalam mengembangkan profesinya sebagai calon guru yang profesional.
  4. Sebagai seorang calon guru, mahasiswa PPL harus tahu betul kode etik seorang guru.
  5. SMA Negeri 12  Banda Aceh di harapkan menjadi sekolah yang lebih disiplin dan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar